Ginda Ferachtriawan Blak-Blakan Sebut Pendapatan Anggota DPRD Surakarta Capai Rp 43 Juta per Bulan
Ginda Ferachtriawan,
Anggota DPRD Surakarta sedang memaparkan materi talkshow di ruang 301, Fakultas Ilmu Budaya, UNS pada Jumat (19/4/2024).
(Foto oleh Berliana Rizqi Amanda)
Surakarta - Ginda Ferachtriawan
mengungkap pendapatannya sebagai Anggota DPRD Surakarta mencapai Rp 43 juta
kepada mahasiswa Sastra Indonesia, UNS. Pendapatan Rp 43 juta itu adalah
pendapatan kotor dan masih belum dipotong pajak.
“Gaji
saya itu Rp 43 juta sebulan, masuk enggak masuk, absen enggak absen. Gaji Rp 43
juta itu masih kotor, belum dipotong gaji, pajak, dan masih ada sumbangan ke
partai,” jelas Anggota DPRD Surakarta itu mengenai pendapatannya pada acara talkshow bersama mahasiswa Sastra Indonesia di ruang 301,
Fakultas Ilmu Budaya, UNS, Jumat (19/4/2024).
Ginda
mengatakan pendapatan yang diperoleh Anggota DPRD setiap kota atau kabupaten
itu berbeda-beda. Jika menjadi Anggota DPRD di kota-kota besar, seperti DKI
Jakarta pendapatannya bisa mencapai Rp 100 juta. Tidak hanya itu, Ginda
menjelaskan pula Anggota DPRD mendapat tunjangan perumahan apabila pemerintah
tidak mampu menyediakan rumah dinas.
“Jika
pemerintah tidak mampu memberikan rumah dinas maka dikasih uang untuk ngontrak.
Rumah ketua DPRD itu kalau dikontrakkan nominalnya sampai Rp 12 juta per bulan.
Ya kalian bisa membayangkan kalau di Jakarta,” imbuhnya.
Selain
dari gaji dan tunjangan rumah dinas, Anggota DPRD memperoleh pendapatan
tambahan dari perjalanan dinas yang mereka lakukan. Nominal yang diperoleh
tidak bisa dibilang sedikit. Anggota DPRD Surakarta kelahiran Belanda itu
mengungkapkan anggota dewan sangat senang ketika mereka melakukan perjalanan
dinas contohnya ke Banjarmasin karena akan mendapat uang sisa perjalanan yang
cukup banyak.
“Yang
paling disenangi teman-teman itu kalau kita
disuruh pergi ke Banjarmasin. Karena kalau ke Banjarmasin selama 3 hari dikasih
uang Rp 17 juta. Itu sudah ada aturannya, aturannya adalah maksimal tiket
pesawat untuk pulang dan pergi Rp 4 juta dan untuk penginapannya per malam Rp
3,5 juta bebas mau di mana pun serta sisanya adalah uang harian. Ternyata saat
kami tiba, hotel yang paling mahal ternyata hanya Rp 2,5 juta. Jadi jelas
mendapat uang sisa perjalanan banyak dan pulang bisa bawa oleh-oleh banyak,”
tutur Ginda.
Perihal
perjalanan dinas itu, Ginda mengakui bahwa para Anggota DPRD lebih
memprioritaskan anggaran untuk dirinya sendiri.
“Saat
ada perjalanan dinas keluar kota, jalan-jalan pasti anggarannya dibesarkan.
Anggaran untuk kedinasan belum tentu, yang dipikir cuman itu saja,” ujar Ginda.
Anggota
DPRD Surakarta yang sudah menjabat selama 2 periode ini juga mengungkapkan besaran
gaji sebagai Anggota DPRD Surakarta mampu mengembalikan modal yang dikeluarkan
selama masa kampanye.
“Untuk
modal itu kalau yang lain bisa sampai Rp 1 miliar, tapi saya cuman Rp 162 juta.
Akan tetapi, waktu kampanye periode pertama modal saya Rp 220 juta. Kalau
dilihat gajinya segitu ya tetap balik modal lah,” pungkas Ginda, Anggota DPRD
yang sudah menjabat sejak 2014.
Komentar
Posting Komentar